Tren /Kabur Aja Dulu/ mulai muncul di akhir tahun 2023. Namun, di waktu itu belum begitu populer dan semakin banyak digunakan di tahun 2025. Di tahun ini, pengguna platform /X (Twitter)/ memakai seruan untuk mengajak pemuda Indonesia pergi ke luar negeri. Banyak anak muda Indonesia khususnya Gen Z (kelahiran tahun 1997-2012) memakai seruan ini sebagai wadah untuk mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap kondisi di Indonesia dan ingin mencari alternatif lain di luar negeri. Mereka memandang bahwa lebih baik bekerja dan tinggal di luar negeri karena memberi banyak kesempatan berkarya, mendapatkan gaji yang lebih besar dan fasilitas yang lebih baik, sehingga kualitas hidup yang diperoleh lebih baik daripada di dalam negeri.
Faktor utama penyebab munculnya seruan ini adalah karena kekhawatiran anak muda Indonesia terhadap masa mendatang karena adanya kesenjangan sosial di tanah air, diantaranya kesenjangan dari segi kualitas pendidikan. Terdapat banyak kesempatan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi antara siswa di kota dengan di desa. Selain itu, ketimpangan juga terlihat dari segi jaminan kesehatan dan kebebasan dalam berekspresi.
Munculnya trend /Kabur Aja Dulu/ membuat banyak anak muda Indonesia yang berpendidikan tinggi dan kreatif berencana untuk bekerja, kuliah atau menetap di luar negeri. Semakin meningkatnya minat migrasi di kalangan Gen Z, meski tidak semuanya benar-benar bisa pergi karena terbatasnya biaya, akses dan kesempatan. Akibatnya, Indonesia akan kekurangan tenaga kerja terampil karena kehilangan potensi inovator, peneliti, dan profesional yang seharusnya bisa berkontribusi di dalam negeri.
Trend /Kabur Aja Dulu/ saat ini di media sosial sudah tidak sepanas seperti masa awal viralnya, tapi belum bisa dikatakan benar-benar redup. Masih ada diskusi, opini, dan respon masyarakat terhadap tren ini, namun intensitasnya mulai menurun dibandingkan masa awal.
Copyright © Nusakata.id. All Rights Reserved.
Designed by Program Studi Penerbitan